usa-today-7560740.0

Gua mau nulis sedikit aja, sebagai selingan menulis yang lain (yang lebih berat). Hal yang aneh terjadi belakangan ini, biasa disebut awkward moment. Semua itu dikarenakan sekarang gua sering bangun tengah malem atau baru tidur setelah bokap bangun untuk solat tahajud. Bokap gua mulai curiga tentang apa yang gua lakuin pada waktu-waktu itu. Ini semua disebabkan pula oleh kondisi sosial-politik di negara kita. Ya, sejak kasus Ahok, kemudian teroris mulai banyak melakukan aksinya. Agak lucu sih cerita ini, kadang bokap gua coba melihat apa yang sedang gua kerjakan di depan laptop, terutama pas gua lagi nyetel video, yang kebetulan suatu ceramah dengan menggunakan bahasa Inggris. Kocak sih liat tingkah laku bokap yang takut anaknya kena pengaruh radikalisme, mungkin juga liberalisme. Karena bokap gua ini pengurus Masjid Raya di sekitar sini, yang ditakutinnya adalah bahwa sang anak telah memalukan keluarga dengan mengambil jalan yang salah.

Tapi kadang hal ini sedih juga kalau dipikirin lagi. Karena gua sebenernya nggak deket sama orang tua, terutama bokap. Kadang gua merasa terasingkan saat di rumah. Ya soalnya emang nggak mulus komunikasinya, sampe-sampe gua bersumpah pada diri sendiri untuk tidak melakukan kesalahan yang sama pada keluarga gua nanti, mungkin ini sebabnya gua masih jomblo, mungkin juga karena sebenernya emang kurang laku hahaha. Gua harus pilih-pilih banget untuk nyari pasangan hidup dan gua banyak belajar dari kedua orang tua gua. Kecurigaan mereka, hanya akan buat gua merasa semakin nggak dihargai, padahal gua dulu adalah anak yang berprestasi di sekolah hingga akhirnya bisa masuk perguruan tinggi dengan biaya yang murah. Sayangnya mereka lupa, atau mungkin juga hal ini terjadi karena sebenernya mereka nggak kenal anaknya sedikitpun, jadi kepercayaan itu seakan tidak ada. Prestasi gua saat dulu itu hanya untuk dipamerkan kepada orang lain.

Gua memutuskan untuk lebih aktif di luar rumah, dan terpaksa meninggalkan buku-buku di rumah yang belum sempet dibaca. Tapi tenang, gua nggak akan bergabung dengan ISIS ataupun sejenisnya hehe. Gua cuma mau kembali seperti gua yang dulu dimana jauh dari orang tua terasa lebih nyaman. Ya mungkin bokap gua udah pengen punya menantu, tapi secara ekonomi gua belum siap, kecuali itu cewek beserta keluarganya dan juga keluarga gua mau melangsungkan pernikahan apa adanya. Susah juga ya hidup di dunia yang fana ini, banyak hal yang dilihat dengan tidak semestinya. Terkadang manusia pun hanya dianggap sebagai sarana mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri. Tapi gua yakin sih, Tuhan itu Maha Segalanya. Dia tahu apa yang kita tidak ketahui. Oleh karena itulah, setiap kejadian itu pasti ada hikmahnya. Pesan terakhir gua di tulisan ini: Waspadalah!! Waspadalah!!

Salam tiker.

Advertisements