iStock_000002140552Medium

“Tuhan, Engkau ‘kan tahu, ujian matematikaku hari ini sangat buruk. tetapi, aku bersyukur. aku tidak menyontek, walaupun teman-temanku melakukannya. berangkat ke sekolah tadi pagi, aku membawa sepotong kue dan sebotol air. Kata ayah, sekarang sedang musim peceklik. Jadi, hanya itu yang bisa ku bawa. Terima kasih kuenya, Tuhan. Di jalan aku melihat pengemis yang kelaparan. Lalu aku berikan kue padanya. Tahu-tahu saja laparku hilang ketika melihatnya tersenyum.”

“Tuhan, lihatlah, ini sepatuku yang terakhir. Mungkin aku harus berjalan tanpa sepatu minggu depan. Engkau ‘kan tahu, sepatu ini sudah rusak berat. tapi tidak apa-apa. Aku tetap bersyukur. Paling tidak, aku masih bisa pergi ke sekolah. Terima kasih Tuhan. Tetanggaku bilang, orang-orang sedang mengalami gagal panen. Beberapa temanku terpaksa berhenti sekolah. Tuhan, tolong bantu mereka supaya bisa sekolah lagi.”

“Oh iya! semalam ibu memukulku. Mungkin karena aku nakal. Itu memang menyakitkan, tapi pasti sakitnya akan segera hilang. Aku tahu, Engkau akan menyembuhkan sakit itu. Yang penting, aku masih punya seorang ibu. Tuhan, tolong jangan marahi ibuku, ya? Dia hanya lelah, juga panik memikirkan biaya sekolahku. Terakhir, Tuhan. Rasa-rasanya, aku sedang jatuh cinta. Ada seorang pria yang tampan di kelasku. Menurut Engkau, apakah dia menyukaiku? Tapi apapun yang terjadi, aku tahu Engkau tetap menyukaiku. Terima kasih Tuhan.”

Advertisements