CIMG1453

Jika diingat lagi, saya membeli buku ini dikarenakan ada beberapa teman di sekitar saya yang ingin mencoba menjadi penulis. Sebenarnya saya juga sedikit tertarik untuk mencoba menulis, buktinya saya mulai menulis blog. Tapi mungkin tujuan saya menulis belum sampai terpikir ke arah yang lebih komersial. Baiklah pada kesempatan ini, saya akan mencoba menceritakan isi buku yang berjudul Kitab Writerpreneur. Mari kita coba masuk ke dalamnya.

Terkadang kita sangat bersemangat memelajari hal baru, tapi di tengah perjalanan kita mulai menghadapi masalah karena hal tersebut baru kita pelajari sehingga semangat kita untuk melanjutkannya mulai menurun oleh berbagai  hambatan. Begitu pula pada saat kita mulai menulis. Sulit memertahankan konsistensi ketika menulis, apalagi pekerjaan kita itu tidak diawasi dengan ketat. Untuk itulah kita butuh motivasi yang kuat untuk menyelesaikannya. Di dalam buku ini ditulis ada 7 alasan penting bagi kita untuk menyelesaikan tulisan, antara lain bisa mengurangi stres, membantu menemukan jalan hidup, meningkatkan percaya diri, memerkaya inspirasi, menyimpan memori, meningkatkan kreativitas, dan dapat mendatangkan passive income. Bagaimana dengan motivasi kita? Apa yang menggerakan kita untuk menulis? Untuk memberikan dorongan buat kita, tuliskan motivasi menulis secara singkat, padat, dan jelas. Kemudian tempelkan tulisan atau gambar tersebut di tempat yang mudah terlihat.

Bagaimana dengan agenda kerja? Ya, penting sekali menetapkan agenda kerja agar progres kerja yang kita lakukan mudah dipantau dan diawasi. Tentukan target kapan tulisan kita akan diselesaikan. Buatlah agenda kerja yang diketik rapi dan sistematis. Jika perlu, tempelkan agenda kerja itu di sebelah tulisan motivasi menulis.

Langkah selanjutnya adalah mulai berlatih menulis. Apabila kita tidak terbiasa menulis maka akan sangat sulit mencoba membuat suatu tulisan. Oleh karena itu, biasakan menulis hal-hal kecil seperti kegiatan sehari-hari kita (diary). Setelah itu, cobalah menulis sebuah puisi tentang cinta, kehidupan, atau apa pun juga. Kemudian coba juga menuliskan resensi sebuah buku yang kita sukai. Resensi buku adalah rangkuman pendapat kita tentang sebuah buku yang berisi garis besar isi buku, hal yang menarik, serta informasi lainnya. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk melatih dan mengasah tulisan kita. Seperti bisa juga kita mencoba untuk menuliskan tips berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang kita ketahui. Contohnya di dalam buku ini dituliskan tips bagaimana menulis blog. Setelah keempat cara berlatih menulis tadi kita praktikan, mintalah pendapat orang-orang terdekat untuk menilai hasil keempat tulisan kita tadi. Jika jumlah nilai tulisan puisi dan diary kita lebih baik, maka kita berbakat untuk membuat tulisan fiksi. Apabila jumlah nilai tulisan tips dan resensi kita lebih baik, maka kita berbakat untuk membuat tulisan nonfiksi.

Adapun step yang harus dilakukan dalam menulis yang harus diperhatikan untuk membuat sebuah buku. Yang pertama adalah menemukan ide tulisan yang bisa didapatkan dengan cara menerapkan ilmu yang telah dipelajari, internet, buku, pengalaman hidup, berbincang dengan orang lain, berkhayal, televisi, serta radio. Yang kedua adalah alat bantu mengembangkan ide yang diperoleh dari mind mapping dan membuat kerangka pikiran sebuah buku (sinopsis).

Setelah sinopsis selasai dibuat, langkah yang selanjutnya dilakukan adalah mengurai sinopsis tersebut dengan cara mencari kata kunci dan menandai bagian-bagian penting yang akan dipisahkan menjadi outline buku. Lalu tuangkan outline tersebut ke dalam daftar isi buku. Dengan kata lain, pecah-pecahlah sinopsis menjadi bab-bab dalam buku sebagai jalan tercepat untuk membuat isinya.

Berdiskusi dan berceritalah kepada teman tentang sinopsis yang kita tulis agar membantu kita menemukan alur yang lebih sistematis, bahkan bisa menambah ide cerita kita. Carilah orang-rang kreatif dan ahli dalam bidang yang kita tulis. Bila ada kritik, hal itu adalah hal baik yang akan membangun tulisan kita. Kritik dan saran mereka tidak hanya membantu dalam hal tulisan saja, namun juga bisa memberi ide cover, gambar, bahkan referensi para tokoh terkenal untuk dimintai testimoni yang bisa dicantumkan di cover belakang buku.

Mulailah menulis bab demi bab. Jika kita cukup teratur mungkin kita mungkin akan menulis dari bab paling awal hingga bab paling akhir secara berurutan, namun tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut. Ada beberapa orang yang malah mempunyai ide untuk bab yang ada di tengah saat mulai menulis. Apabila hal itu terjadi, lakukanlah hal itu tanpa harus menunggu ide datang untuk menyelesaikan bab awal. Merekam suara diri sendiri juga bisa dilakukan ketika situasi tidak memungkinkan untuk menulis. Selain memerhatikan segmentasi pembaca, banyak-banyaklah membandingkan dan membaca buku yang memiliki tema-tema sejenis dengan buku yang akan ditulis. Dengan begitu, kita bisa mengetahui kelebihan dan kekurangan tulisan kita sehingga lebih mudah untuk disempurnakan.

Tahap selanjutnya setelah menyelesaikan bab demi bab adalah menjadikanya lebih menarik dan berkaitan satu dengan lainnya. Tahap ini disebut melakukan editing. Proses editing akan membantu kita agar tidak terjadi pengulangan cerita atau materi pada beberapa bab. Cara-cara yang bisa dilakukan dalam editing, antara lain membaca tulisan kita dengan suara keras dan berintonasi, menajamkan atau mendetailkan dengan gambar atau kutipan yang menyentuh hati, membuat jembatan penghubung antara pernyataan yang satu dengan lainnya agar saling terkait, dan menyesuaikan gaya bahasa yang dipakai dengan segmen pembaca.

Setelah melakukan rangkaian hal yang dibahas di atas, saatnya kita untuk menentukan judul buku. Tidak hanya judul buku, subjudul buku juga harus menarik dan nyaman di hati pembaca. Untuk mendapatkan beberapa judul alternatif, kita bisa melakukan sharing dan brainstorming dengan teman-teman yang kita anggap mampu bertukar pikiran.

Ketika buku yang kita tulisakan sudah selesai, tahap selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah mencari penerbit. Sebelum sampai ke penerbit, kita harus paham apa saja topik-topik yang disukai oleh penerbit, juga sertakan perlengkapan yang menyertai naskah, seperti surat pengantar, sinopsis naskah, CV, dan draf buku yang sudah tersusun rapi (softcopy dan hardcopy). Kemudian untuk memiih penerbit indie (self-publishing), penerbit nasional, atau agency dapat kita sesuaikan dengan tujuan kita. Untuk keterangan lebih lengkapnya, bisa dilihat di dalam buku.

Hal yang tidak kalah penting dari semuanya adalah desain cover buku. Karena cover buku sangat menentukan minat seseorang untuk memberi perhatian dan mencoba membaca. Dan hal itu nantinya  akan mempengaruhi keputusan untuk membeli atau tidak membeli buku tersebut.

Terakhir yang perlu dilakukan oleh penulis adalah mempromosikan buku di berbagai event, media elektronik, dan media cetak. Selamat mencoba.

Advertisements