CIMG1446

Pada saat itu, saya sangat penasaran dengan yang namanya Neuro Linguistic Programming (NLP). Sekedar untuk mengerti bagaimana cara kerjanya, akhirnya saya memutuskan untuk membeli 1 buku. Nama buku ini cukup unik, Managing with NLP. Buku ini sebelumnya pernah terbit dengan judul ProFil yang diambil dari singkatan 2 kata, yaitu Program Filter. Baiklah, mari mulai memasuki buku ini.

Tulisan di dalam buku ini sengaja didesain berbentuk dialog layaknya perbincangan yang terjadi dalam suatu workshop. Hal ini dilakukan agar lebih memudahkan pembaca untuk langsung memahami perkara yang menjadi topik utama karena seakan-akan kita dibawa ikut berpartisipasi dalam melakukan praktik.

ProFil pertama yang dibahas dalam buku ini adalah bagaimana cara kita mengerti arah motivasi seseorang, mendekati atau menjauhi. Untuk memahami arah motivasi seseorang kita harus mengerti kriteria orang tersebut dalam memilih. Contohnya, mari kita serahkan kepada si A dan si B. Awalnya A bertanya pada B: “apa yang Anda inginkan dari sebuah (konteks)?”. Konteks bisa berupa pekerjaan, rumah, sepatu, mobil, olah raga, dan sebagainya. Kemudian B menjawabnya dengan memberikan beberapa kriteria yang ia inginkan. Lalu A menanyakan kembali mengapa kriteria-kriteria itu penting bagi B. Selajutnya, A bertanya mengapa alasan itu dipilih oleh B. Untuk mengetahui motivasi B ke arah mendekati atau menjauhi, A harus memberi perhatian penuh pada tiap jawaban-jawaban si B. Apabila jawaban B memiliki ciri untuk mencapai tujuan dengan menggunakan kata seperti memiliki, memeroleh, menjaga, dan tentang keuntungan, maka B mempunyai arah motivasi mendekati. Namun jika jawaban B memiliki ciri untuk menghindari masalah dengan menggunakan kata seperti mencegah, terhindar, tidak harus, tidak mau terlibat dengan sesuatu, dan risiko,  maka B mempunyai arah motivasi menjauhi.

Perlu diingat bahwa motivasi sesorang bisa kita ketahui arahnya tergantung pada konteks yang kita tanyakan. Tidak berarti arah motivasi tersebut sama pada setiap konteks dan bisa berubah-ubah tergantung pada situasi dan kondisi saat itu. Jadi tidak bisa kita menilai seseorang dari sudut pandang 1 konteks yang kita pertanyakan kepadanya.

Pada bab selanjutnya, kita akan dibawa untuk mengetahui ProFil 2, yaitu sumber motivasi. Nantinya kita akan bisa mengerti sumber motivasi orang lain itu bersifat internal atau eksternal. Untuk itu, kita harus memberikan pertanyaan yang merangsang seseorang memberikan tanggapan. “Bagaimana Anda tahu bahwa Anda sudah menyelesaikan tugas Anda dengan baik di (konteks)?”. Konteks dalam pertanyaan tersebut dapat kita isi dengan kantor, rumah, lapangan, sekolah, kampus, panggung, dan lain sebagainya. Dari jawaban itulah kita bisa mengidentifikasi sumber motivasi orang tersebut. Jika jawabannya terkesan bahwa ia merasa puas berdasarkan standar pribadi yang ada pada dirinya sendiri dan tidak terlalu memertimbangkan pendapat orang lain, maka ia memiliki sumber motivasi internal (dari dalam). Sedangkan jika jawabannya terkesan bahwa ia merasa puas berdasarkan tanggapan, masukan, pendapat, dan standar orang lain, maka ia memiliki sumber motivasi eksternal (dari luar).

Pada ProFil 3 yang dibahas dalam buku ini, kita aka belajar mengetahui dasar motivasi seseorang. Terdapat 2 program: yang pertama, opsional yang memiliki pengertian bahwa seseorang termotivasi untuk melakukan sesuatu dengan cara-cara yang berbeda dan yang kedua, prosedural yang memiliki pengertian bahwa seseorang termotivasi melakukan sesuatu dengan cara-cara yang sudah tersusun dan teruji. Dasar motivasi seseorang bisa kita deteksi dengan memberikan filter: “mengapa Anda memilih (konteks) yang sekarang ini?”. Konteks di sana bisa pakaian, mobil, sekolah, asuransi, rumah, pekerjaan, tujuan perjalanan, dan sebagainya. Ciri komunikasi orang-orang opsional menunjukan kriteria yang langsung pada intinya, kata-katanya lugas, dan dapat memerluas pilihan, variasi dan alternatif. Sedangkan orang-orang prosedural memiliki ciri komunikasi bercerita panjang lebar, tidak langsung pada intinya, berurutan, dan memproritaskan prosedur yang ada.

Setelah melewati beberapa halaman, kita akan tiba di gambar 3 segitiga. “Apa hubungan ketiga segitiga tersebut?”. Persamaan, persamaan dengan kekecualian, atau perbedaan. Pemilik program persamaan akan menjawab hubungan ketiga segitiga itu sama. Pemilik program persamaan dengan kekecualian akan menjawab hubungan ketiga segitiga itu sama, tetapi ada sesuatu yang berbeda. Dan pemilik program perbedaan akan menjawab hubungan ketiga segitiga adalah tidak ada. Ada pun filter untuk mengetahui  ProFil seseorang dengan bertanya, “ apa hubungan antara (konteks) hari ini dengan (sekian bulan/tahun) yang lalu?”. Dimana konteks bisa berupa pekerjaan, seseorang, lingkungan, pakaian, tempat tinggal, dan sebagainya. Orang-orang persamaan akan cenderung melihat banyak hal yang tidak berubah dan menginginkan perubahan dengan sangat lambat (evolusi). Orang-orang persamaan dengan kekecualian  akan cenderung melihat terdapat hal yang tidak berubah namun ada beberapa perbedaan yang terjadi dan menginginkan perubahan secara bertahap, tumbuh perlahan, dan progresif. Sedangkan orang-orang perbedaan akan melihat banyak perbedaan yang terjadi dalam jangka waktu tersebut dan menginginkan perubahan dengan sangat cepat (revolusi).

Akhirnya sampailah kita di ProFil terakhir yang dibahas dalam buku ini, yaitu ProFil 5: tingkat motivasi. Ada 2 program di dalam tingkat motivasi, yaitu: proaktif dan reaktif. Filter yang perlu dilakukan adalah dengan menanyakan pertanyaan, “bagaimana cara Anda mengambil keputusan?”. Apabila ia seorang proaktif maka ia akan menjawab dengan kalimat yang singkat, termotivasi untuk bertindak segera, dan bertindak dahulu daripada berpikir. Apabila ia seorang reaktif maka ia akan menjawab dengan banyak berpikir, menganalisis, termotivasi untuk menunggu, dan sangat berhati-hati.

Lagi-lagi perlu diingat bahwa ProFil seseorang tidak lah selalu sama, tergantung dari konteks, situasi, dan kondisi pada saat pertanyaan diajukan. Hal ini dikarenakan manusia adalah makhluk yang kompleks sehingga tidak mudah untuk digeneralisir dan dikotak-kotakan.

Buku ini menjelaskan secara detail ciri motivasi (ProFil 1-5). Adapun gaya kerja (ProFil 6-8) yang hanya dibahas pada saat pelatihan namun tidak dalam buku ini. Untuk lebih memahami isi buku ini, silahkan beli bukunya. Sampai jumpa di tulisan berikutnya teman.

Advertisements