SAMSUNG CSC

Setelah menerima buku yang dikirimkan kepada saya beberapa hari yang lalu, saya jadi berpikir untuk membuat sedikit ulasannya. Awalnya saya hanya buka Instagram, kemudian tidak sengaja melihat gambar buku yang menarik untuk dibaca, kebetulan saya belakangan ini baru saja membaca buku tentang Politik Islam di Indonesia. Oleh karena itulah, saya langsung memutuskan untuk memesan buku yang saya lihat di Instagram @lapaknucom karena buku itu cukup jarang dijual di toko buku pada umumnya.  Kemudian setelah memilih beberapa buku lainnya yang cukup langka, saya menghubungi sang admin Whatsapp lalu ia menjumlahkan beberapa harga buku yang saya pesan ditambah ongkos kirim. Saya agak kaget juga melihat jumlah harganya, karena dalam satu bulan ini saya sedikit boros membeli buku di toko buku dekat rumah.

Ketika diharuskan untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening sang admin, saya mulai berpikir lagi. Lalu saya mencoba untuk mencari buku tersebut di toko online lainnya lewat Google. Ternyata buku yang dijual di lapaknu.com lebih mahal beberapa ribu rupiah dibandingkan dengan harga buku normal, ongkos kirimnya juga lebih mahal, kebetulan saya juga membeli buku unik dari toko online lain, jumlahnya cuma satu buku dengan ongkos kirim dari Jawa Timur ke Jawa Barat lebih murah. Setelah beberapa hari belum mentransfer, sang admin mengirimkan pesan lewat Whatsapp kepada saya. Alasan saya menunda melakukan transfer dikarenakan saya memesan buku yang sama di toko buku online lainnya dan sedang menunggu kabar apakah buku tersebut masih ada. Tetapi ternyata buku itu memang langka, jadi saya kembali memesan buku dari lapaknu. Kemudian saya menambah pesanan buku saya, meskipun buku itu sudah pernah saya baca dikarenakan saya mempertimbangkan untuk tidak membeli buku di lapaknu lagi di kemudian hari. Jika dihitung sedikit cermat, selisih harga satu buku di lapaknu dengan harga buku di toko buku biasa bisa membeli beberapa gorengan di Warung Burjo.

Sekian dari saya, tulisan ini bukan untuk mengulas buku yang telah saya baca. Dengan kata lain, buku-buku yang saya beli dari lapaknu belum saya baca (jika dilihat dari fotonya sih masih disegel hehehe). Ternyata membaca buku saja harus ada antriannya supaya tertib, bahkan bisa cukup panjang seperti belanja di supermarket atau mengambil uang di ATM ketika sehabis gajian.

Advertisements